Sat. Dec 4th, 2021

 Sebelumnya kita sempat bahas mengenai investasi yang aman untuk pemula. Sedikit flashback, waktu itu kita bicara soal bagaimana cara memulai investasi dari menentukan tujuan, modal, hingga memahami resiko diri dalam memulai investasi. Pada artikel ini seperti judulnya kita akan bahas lebih dalam dari sisi instrumen investasinya.

Hmmm, emangnya seberapa penting sih pemahaman soal instrumen investasi ?

Gimana ya…, bisa dibilang ini adalah hal yang sangat krusial nih. Instrumen investasi merupakan pilihan aset di mana kamu akan menanamkan modal ke dalamnya. Tanpa kamu mengetahui pertumbuhan jenis aset, liquid engga nya aset tersebut, hingga besaran resiko produk investasi (low, medium, or high risk investment ), yang ada investasi yang kamu lakukan bukan untung, tapi buntung karena menghabiskan waktu bertahun-tahun dengan return of investment yang nggak memuaskan.

Lalu, instrumen investasi apa aja sih yang cocok untuk saat ini?

Untuk menjawabnya, berikut rekomendasi instrumen investasi populer berdasarkan jangka waktu, dan pertimbangan keadaan pandemi yang pastinya cocok juga bagi kaum milenial:

  1. Reksa dana Pasar Uang

Reksa dana sendiri merupakan contoh investasi modal kecil yang dipercaya paling praktis karena dengan menanamkan aset pada produk reksa dana, kamu tidak perlu memantau perkembangan aset terus-menerus karena dalam reksa dana ada MI atau Manajer Investasi yang akan membantumu dalam alokasi investasi.

Jenis reksa dana sendiri sebenarnya ada empat macam, namun yang berjangka pendek dan paling minim resiko ya reksa dana pasar uang. Seperti namanya, pada reksa dana pasar uang, manajer investasi akan menempatkan uang investor 100% pada beberapa pasar uang. Jenis reksa dana ini juga bisa dibilang investasi yang liquid, lho. Kenapa? karena dana dalam reksa dana pasar uang bisa ditarik tanpa harus menunggu masa jatuh tempo.

Kelebihan lainnya dari reksa dana pasar uang adalah kamu nggak perlu pusing mikirin modal yang besar karena berinvestasi pada instrumen satu ini bisa dimulai hanya dengan  Rp 100 Ribu . Namun, perlu diketahui bahwa return of investment dari reksa dana pasar uang tidak sebesar investasi lainnya ya…

  1. Deposito Berjangka

Berinvestasi dengan deposito bisa dibilang mirip dengan menabung. Bedanya, kamu nggak bisa setiap saat mengambil uang yang sudah didepositokan seperti halnya menabung. Jenis investasi ini juga hampir dimiliki oleh semua bank. Kelebihan lainnya adalah deposito dijamin oleh Lembaga Pinjam Simpan (LPS).

Berdasarkan jangka waktu, deposito  juga memiliki waktu simpan yang berbeda-beda, ada yang 3 bulan, 6 bulan, hingga satu tahun, tergantung bank dan produk depositonya. Lalu, untuk bunga yang ditawarkan deposito biasanya lebih tinggi daripada bunga tabungan, dan beda-beda ya pada setiap bank.

  1. P2P Lending

 

Menjadi pendana di platform P2P atau peer to peer lending menjadi salah satu pilihan instrumen investasi yang kini sangat diminati, termasuk oleh kaum milenial. Hal ini terjadi karena imbal hasil instrumen ini bisa mencapai 2 kali lipat bahkan lebih jika dibandingkan dengan deposito berjangka.

Modal untuk memulai investasi dengan instrumen ini juga beragam pada setiap platform, ada yang mulai dari Rp 100 Ribu, Rp 1 Juta, bahkan hingga Rp 5 Juta. Keunggulan lainnya adalah transaksi yang praktis dan dapat diakses secara online. Wah, menarik ya … Namun, perlu kamu ketahui kalau P2P Lending juga ada risikonya, yaitu risiko dana yang tidak bisa langsung di investasikan karena  proses crowdfunding pada peer to peer lending, dan risiko default (gagal bayar).

Selain itu, untuk cara kerjanya, peer to peer lending adalah wadah peminjaman dana. Investor pada platform ini secara tidak langsung adalah pendana (lender) untuk para peminjam (borrower) di dalamnya. Sebagai investor, kamu dapat memilih langsung siapa saja yang mau kamu berikan pinjaman di platform tersebut. Namun, besaran bunga yang yang diberikan kepada investor ini berbeda-beda ya, tergantung dari masing-masing peer to peer lending.

Bagaimana, kira-kira instrumen investasi mana yang paling cocok nih buat kamu? Bagi kamu yang sekarang mengalami sumber pendapatan dan keuangannya sedang tidak stabil, baiknya utamakan dulu kebutuhan sehari-hari mu dibanding dengan berinvestasi. Namun, bagi kamu yang pendapatannya masih stabil, kamu bisa mencoba instrumen investasi aman untuk pemula sesuai dengan kemampuan finansial dan risiko dirimu ya…

 

 

admin

By admin