Sun. Apr 14th, 2024

Namanya sebuah usaha, pasti akan ada banyak biaya yang harus dipersiapkan. Misalnya saja Anda ingin memanfaatkan teknologi seperti aplikasi kasir android yang akan memberikan berbagai keuntungan dan manfaat dalam mendukung kemajuan bisnis. Penggunaan aplikasi tersebut tentunya juga akan membutuhkan biaya, dari mulai biaya pembelian aplikasi hingga maintenance selanjutnya.

Biaya yang berkaitan dalam sebuah usaha sering disebut dengan biaya operasional. Namun, apa saja sih yang termasuk ke dalam biaya operasional?

Apa Itu Biaya Operasional?

Biaya operasional atau operating expenses (OPEX) adalah total keseluruhan biaya yang dikeluarkan oleh sebuah usaha dalam menjalankan bisnisnya. Tidak ada satu pun usaha yang tidak memiliki biaya operasional, bahkan untuk usaha dalam skala yang sangat kecil sekali pun. Termasuk juga usaha yang tidak memproduksi barang, tetap saja pasti memiliki biaya operasional yang harus diperhitungkan.

Biaya ini jugalah yang nantinya akan menjadi penentu harga jual dalam sebuah produk maupun jasa. Itulah mengapa, memastikan biaya operasional berada dalam rentang yang wajar sangat penting agar usaha tetap dapat bersaing dengan menjual barang pada harga yang wajar.

Apa Saja yang Termasuk Biaya Operasional?

Ada banyak biaya yang masuk ke dalam daftar biaya operasional, di antaranya yaitu:

  1. Biaya Tetap

Biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya akan selalu sama meskipun usaha sedang beroperasi atau tidak. Baik usaha sedang memproduksi, menjual, atau sedang libur sekali pun, biaya ini akan tetap keluar sepanjang waktu tanpa bisa dicegah. Contoh dari biaya tetap ini adalah biaya tenaga kerja tetap atau upah karyawan tetap dan juga biaya sewa gedung.

  1. Biaya Variabel

Biaya variabel adalah biaya dengan nominal yang berubah-ubah sepanjang waktu karena dipengaruhi oleh berbagai hal. Bahkan, biaya ini bisa menjadi tidak ada pada saat usaha sedang libur atau tidak beroperasional. Beberapa contoh biaya ini adalah biaya utilitas seperti listrik dan air, biaya bahan baku, biaya sewa peralatan, biaya transportasi, dan biaya tenaga kerja harian.

  1. Biaya Penyusutan

Biaya penyusutan adalah biaya yang nominalnya akan terus berkurang seiring dengan penggunaannya, sehingga jumlahnya akan semakin kecil hingga akhirnya habis. Contoh dari biaya penyusutan adalah alat produksi, di mana biaya ini hanya keluar satu kali saat pembelian alat dan tidak ada biaya lanjutan terkait alat produksi ini. Termasuk juga biaya ketika Anda menggunakan aplikasi untuk pengelolaan sistem dalam usaha, maka biaya tersebut masuk ke dalam biaya penyusutan karena nominalnya akan terus berkurang dari waktu ke waktu.

  1. Biaya Bunga

Biaya bunga adalah beban yang harus dibayarkan oleh usaha terkait pinjaman yang diajukan dan bersifat rutin. Misalnya, sebuah usaha mendapatkan modal awal dengan mengajukan pinjaman pada lembaga keuangan. Maka, bunga pinjaman tersebut dianggap sebagai biaya operasional. Namun, jika pinjaman tidak bersifat rutin maka bunga pinjaman akan masuk ke dalam biaya non-operasional.

Nah, sudah cukup jelas kan penjelasan mengenai biaya operasional ini. Semoga informasi di atas dapat membantu Anda, terutama jika Anda berencana untuk membuka usaha sendiri!

 

 

 

By admin