Fri. Nov 27th, 2020

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) M Fanshurullah Asa menjelaskan secara fundamental jenis BBM umum (JBU) permintaannya sangat merosot drastis. Menurutnya, hal itu tidak lepas dari dampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam upaya memutus rantai Covid 19. "Penjualan JBU turun 34 persen dibanding tahun lalu hanya sekitar 663.812 KL sedangkan tahun 2019 mencapai 1.004.146 KL," kata Fanshrullah saat diskusi virtual di Jakarta, Jumat (8/5/2020).

Sementara realisasi penjualan JBU per hari seperti Premium Jalami, Pertalite Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex di kisaran 22.127 KL turun 34 persen dibanding tahun lalu. "Di DKI Jakarta menurut catatan Pertamina penurunan penjualan sampai 50 persen," tambahnya. Untuk jenis bbm tertentu (JBT) bersubsidi yakni minyak solar dan minyak tanah juga mengalami penurunan permintaan 10 20 persen.

Fanshurullah menilai kondisi penjualan bisa membaik jika pergerakan orang tidak dibatasi dan industri kembali bekerja secara normal. Ia memprediksi jika sampai akhir tahun tidak ada perubahan maka cadangan minyak di Indonesia akan makin over supply. "Ini persoalannya kita butuh tempat untuk menyimpan, sementara semua sudah penuh itu di kapal sudah full semua. Produksi yang terserap akan membuat kita menuju keseimbangan baru," tambah dia.

BPH Migas mencatat cadangan minyak mentah Indonesia saat ini terbilang kecil hanya 3,3 Gbbl jika dibandingkan dengan Saudi Arabia sangat jauh yakni 266,5 Gbbl. Dalam kondisi normal, Indonesia masih harus impor sekitar 750 ribu barrel per hari untuk memenuhi kebutuhan.

admin

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *