Sun. Feb 25th, 2024

Pemilu 2024 beberapa bulan lagi akan segera dilaksanakan. Banyak partai politik berlomba-lomba untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat luas. Sebab salah satu fungsi partai politik ialah sebagai sarana sosialisasi politik di mana berupaya menciptakan “citra” kepada masyarakat untuk mewujudkan kepentingan umum. Oleh sebab itu partai politik dan para kandidatnya membuat strategi untuk menaikkan elektabilitas. Nah, kita pasti sering mendengar istilah elektabilitas. Apa sih elektabilitas dalam politik? Yuk kita bahas secara detail.

 

Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia, elektabilitas termasuk dalam frasa nomina yang artinya keterpilihan. Dilansir dari situs HukumOnline bahwa Elektabilitas adalah tingkat keterpilihan yang disesuaikan dengan kriteria pilihan. Elektabilitas bisa diterapkan kepada barang, jasa, orang, maupun badan atau partai. Dalam pembahasan politik pemerintahan, elektabilitas adalah kemampuan untuk dipilih menduduki sebuah jabatan dalam pemerintahan. Menjelang pemilu, elektabilitas semakin sering disebut dan seringkali elektabilitas politik dikaitkan dengan tokoh-tokoh partai politik yang banyak dibicarakan menjelang masa-masa Pemilu.  Lantas apakah Elektabilitas dan Kepopuleran sama? Elektabilitas memiliki sejumlah perbedaan mengikuti sering berjalan beriringan terlebih lagi mengenai politik.

 

Perbedaan Elektabilitas dan Populer

Dalam politik, popularitas adalah tingkat keterkenalan tokoh atau partai tertentu di mata masyarakat atau sejauh mana masyarakat luas mengetahui tokoh ataupun partai tersebut. Sementara elektabilitas ialah tingkat pilihan suatu tokoh atau partai. Meski elektabilitas erat kaitanya dengan popularitas, namun juga dipengaruhi oleh berbagai macam hal.  Seperti upaya kampanye, hingga rekam jejak politikus dan partai tersebut. Meski secara teori semakin populer suatu tokoh dan Partai maka semakin tinggi elektabilitas mereka, namun pada kenyataanya tidak selalu seperti itu. Tingkat kepopuleran suatu tokoh atau partai tidak selalu menentukan ia akan mendapat banyak suara dalam pemilu. Dalam beberapa kasus, terdapat tokoh yang sangat populer akibat suatu kasus di mata masyarakat namun ia hanya bisa mendapatkan suara terkecil karena dampak dari kasusnya tersebut.

 

Cara Meningkatkan Elektabilitas 

Dilansir dari situs HukumOnline untuk meningkatkan elektabilitas seseorang partai, maka orang  tersebut harus populer dan memenuhi kriteria berikut ini :

  1. Punya prestasi di bidang tertentu
  2. Dikenal baik oleh masyarakat luas
  3. Punya rekam jejak positif di bidangnya.
  4. Terbukti punya kinerja yang baik

 

Selain kriteria di atas, cara untuk meningkatkan elektabilitas politik ialah dengan mengadakan kampanye politik. Kampanye politik merupakan serangkaian aktivitas yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu dan mendapat dukungan dari publik. Kampanye politik sangat diperlukan guna memperkenalkan kader dan visi misi suatu partai terhadap publik. Hal ini tentunya dapat membangun suatu citra yang diharapkan oleh tokoh maupun partai tersebut.

Dalam politik, citra penting untuk meningkatkan elektabilitas dan kepopuleran. Citra dapat membentuk opini publik, bahkan representasi pemikiran terhadap individu ataupun partai. Namun tidak semua kampanye politik bertujuan untuk meningkatkan elektabilitas terdapat juga black campaign di mana kampanye politik tersebut jatuhkan figur yang menjadi lawan politik.  Selanjutnya cara untuk meningkatkan elektabilitas adalah dengan membuktikan kepada khalayak bahwa individu tersebut memiliki kapabilitas yang unggul dibandingkan lawan politik lainnya. Memiliki kemampuan untuk memimpin dan mementingkan rakyat banyak.

 

Demikian penjelasan mengenai elektabilitas dalam politik. Yang terpenting sebagai pemilih, kita harus cerdas dan bijak dalam memilih calon pemimpin bangsa. Cari tahu lebih lanjut mengenai rekam jejaknya, pastikan apakah mereka memiliki sikap antikorupsi atau malah pernah terjerat kasus korupsi sebelumnya. Pilih sosok yang memiliki integritas sehingga dapat memimpin dengan baik dan menciptakan clean governance selama pemerintahannya.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai politik berintegritas dan sikap antikorupsi, bisa ditemukan pada situs ACLC KPK

 

Referensi:

https://www.hukumonline.com/berita/a/makna-elektabilitas-dalam-politik-lt63916dc27375f/?page=all

https://nasional.tempo.co/amp/1631069/arti-elektabilitas-dalam-politik

 

 

 

 

 

By admin