Sun. Sep 20th, 2020

Gelandang Persib Bandung, Dedi Kusnandar memanfaatkan moment bulan puasa Ramadan dengan berkumpul keluarga. Momen bersama keluarga yang terdiri dari istri dan buah hatinya inilah yang ditunggu oleh Dedi Kusnandar. Pemain yang akrab disapa Dado ini sering menghabiskan waktu bersama anaknya sembari menunggu waktu berbuka puasa.

Dado biasa bermain, bercanda dan menghabiskan waktu bersama putrinya di belakang rumah saat ngabuburit. Kegiatan ini sangat dinikmati oleh gelandang berusia 28 tahun tersebut sebab ebersamaan dengan anak jarang didapatkannya saat kompetisi bergulir. Selain bermain bersama dengan putrinya, kegiatan lainnya yang dijalani Dedi pada waktu ngabuburit yakni tadarusan.

"Jadi selain program latihan, kadang ajak main anak di belakang rumah, ini paling seru karena jarang juga. Setelah puas ngabuburit, Dado siap menikmati sajian buka puasa yang telah dibuat langsung dari tangan sang istri. Gelandang kelahiran 23 Juli 1991 itu mengaku tak terlalu memilih milih makanan atau minuman saat puasa Ramadan.

Dado menikmati semua jenis hidangan, terlebih makanan tersebut dibuat oleh sang istri terutama makanan yang berasa manis. Diakui oleh gelandang berpostur 1,75 meter itu bahwa sang istri sering membuatkan takjil seperti kolak atau sup buah. "Takjil biasa kolak atau sup buah. Tapi yang penting manis saja, makanan juga tidak ada yang khusus," ucapnya.

Dedi Kusnandar pada musim Liga 1 2020 ini menjadi andalan di lini tengah Persib Bandung hingga membuat klubnya menempati puncak klasemen sementara. Klub berjuluk Pangeran Biru ini berhasil memuncaki klasmen sementara Liga 1 2020 setelah melibas 3 pertandingan dengan kemenangan. Dalam 3 kemenangan ini, gelandang asal Jatinangor tersebut mempunyai kesan tersendiri di salah satu pertandingan.

Pertandingan yang memiliki kesan untuk Dado yakni saat Pangeran Birumempermalukan tuan rumah Arema FC dengan skor tipis 1 2 pada pekan ke 2 di markasnya Stadion Kanjuruhan. Pada pertandingan ini tim tamu Persib Bandung diuntungkan dengan gol bunuh diri Syaiful Indra Cahya. Kemudian Arema berhasil menyamalam kedudukan lewat penalti Elias yang menutup paruh pertama.

Pada babak kedua, Dedi Kusnandar dijatuhkan di dalam kotak terlarang yang menghasilkan penalti untuk Pangeran Biru. Wander Luiz yang menjadi algojo sukses mengeksekusi penalti tersebut dengan baik. Dikutipdari , kemenangan ini merupakan laga berkesan bagi Dedi Kusnandar.

Bagi pemain yang akrab disapa Dado ini, laga di Malang menjadi lebih berkesan karena ia memberi kontribusi bagi terciptanya salah satu gol penentu kemenangan. Kemenangan itu juga mengakhiri rekor buruk Pangeran Biru yang tak pernah meraih angka penuh di Malang dalam 11 tahun terakhir. "Pertandingan lainnya juga punya kesan, apalagi tim menang. Tapi dari tiga laga kemarin, lawan Arema yang lebih berkesan,"

"Musim ini, lawan Arema yang punya kesan dari tiga laga. Karena, saya masuk dan bisa berperan bagian dari terciptanya gol," kata Dado dikutip dari laman resmi klub. Sementara itu Dado juga berharap agar pandemi virus corona yang menjadi masalah global segera teratasi. Satu diantara imbas yang diakibatkan virus corona, Dedi Kusnandar harus menutup bisnis yang dimilikinya.

Dilansir dari , Dado memiliki dua bisnis di luar sepak bola yang sebagai sambilannya. Adalah laundry dan kafe yang menjadi bisnis milik Dado dan bertempat di kawasan Jatinangor, Sumedang, yang merupakan tempat kelahiran Dado. "Pasti berdoanya cepat berakhirlah virus ini, apalagi ini mencakup semuanya, bukan hanya sepak bola."

"Jadi doanya cepat semua beres dan kembali normal lagi," ujar Dedi Kusnandar seperti yang dilansir dari Menurutnya, alasan dibalik penutupan bisnis yang dimilikinya ialah kesehatan dan keselamatan semua orang jauh lebih penting. "Semuanya pasti berimbas, bukan hanya bisnis.

Pasti berimbas semuanya. (Bisnis) tutup, yang paling penting sekarang nyawa dari pada semua," tutupnya.

admin

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *