Fri. Dec 4th, 2020

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menanggapi santai pernyataan Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat yang menyatakan enggan berkoalisi dengan PKS dan Demokrat pada Pilkada 2020. Menurutnya, hal itu adalah hak dari masing masing partai politik. "Kita tidak berkomentar pada sikap partai lain," kata Mardani kepada wartawan, Kamis (23/7/2020).

Mardani menjelaskan bahwa DPP PKS memberikan keleluasaan bagi kader dan pengurus PKS di daerah untuk menentukan arah politiknya. Termasuk akan berkoalisi dengan partai politik manapun untuk kontestasi Pilkada 2020. "Karena itu, DPP PKS memberikan kebebasan bagi kawan kawan di provinsi dan kabupaten/kota untuk membangun koalisi dengan partai manapun," kata Mardani.

Menurutnya, PKS akan tetap memandang sama semua partai politik yang diciptakan untuk membangun bangsa. Mardani menegaskan PKS tidak akan membeda bedakan partai satu dengan yang lainnya. "PKS menganggap semua partai punya niat baik membangun bangsa," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat menjelaskan pernyataan soal ketidakmungkinan partainya itu berkoalisi dengan PKS dan Partai Demokrat di Pilkada Serentak 2020. Ia mengungkapkan bahwa mendapat masukan dari berbagai kalangan agar PDIP tidak berkoalisi dengan partai yang berada di luar koalisi pemerintahan. Hal itu disampaikannya dalam webinar bertajuk 'Proses Kandisasi di Pilkada 2020: Ruang Gelap yang Penuh Misteri', Kamis (23/7/2020).

"Kemudian saya memang banyak mendapatkan masukan dari berbagai kalangan teman dalam Pilkada sebajknya kita tidak berkoalisi dengan partai di luar pemerintahan, PKS dan Partai Demokrat," kata Djarot. "Fakta di lapangan secara kategorisasi memang sulit untuk bisa bekerja sama di dalam lapangan (dengan PKS dan Demokrat)," imbuhnya. Djarot menjelaskan bahwa sulit menyatukan ideologi partainya dengan PKS dan Demokrat.

Hal itu dibuktikan di banyak daerah yang memang terjadi gap atau jurang pemisah tentang pemahaman ideologi. Sebab, kerja sama bukan hanya berbicara hitam di atas putih, melainkan juga bagaimana membangun hubungan koalisi yang harmonis demi kepentingan masyarakat. "Kita akan bekerja sama itu di lapangan bukan di atas kertas, bukan di atas komitmen tanda tangan dan sebagainya tapi di lapangan, memang sulit," ujarnya.

admin

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *