Fri. Nov 27th, 2020

Imam Masjid Istiqlal KH. Nasaruddin Umar meminta masyarakat untuk tak meratapi musibah pandemi Covid 19 yang sudah tiga bulan melanda Indonesia. Bahkan setelah ramadan dan hari raya idul fitri, pandemi Covid 19 belum juga hilang. "Jadi di balik setiap musibah itu pasti ada hikmahnya. Oleh karena itu, kita jangan meratapi musibah, mari kita bersahabat dengan musibah," ujarnya dalam siaran BNPB, Rabu (27/5/2020).

Menurutnya, virus Covid 19 sama dengan makhluk lainnya, sama sama diciptakan Tuhan dengan tujuan tertentu. "Mengajak kita untuk menjadi benar, menjadi khalifah di muka bumi ini. Jangan over maskulin yang melampaui batas. Mungkin juga berfungsi untuk mengangkat kita ke atas rel yang benar, selama ini mungkin kita melenceng dari rel yang benar," lanjutnya. Maka itu, karena masih adanya Covid 19 ini dan kehidupan normal baru segera dilaksanakan, masyarakat menurut Nasaruddin harus tetap menjaga tradisi baru yang telah dijalani selama ini.

Apalagi, sekolah sekolah, kampus kampus, perkantoran bakal kembali dibuka untuk memulai lagi aktivitas normal yang baru. "Tapi saya ingin mengingatkan bahwa kondisi kita sekarang ini, masih belum seperti apa yang kita harapkan. Dengan demikian, sekali pun kita memulai sebuah kegiatan baru tetapi ada sesuatu yang tidak berubah," katanya. "Tradisi yang selama ini kita praktikkan, kita gunakaan, misalnya menggunakan masker ke mana pun kita berada, jangan malu atau gengsi atau ada persoalan dan jangan jijk, dan jangan menganggap ada orang aneh kalau tidak mau melepaskan masker. Justru kita harus menganggap orang aneh jika tidak menggunakan masker," pungkas Nasaruddin.

admin

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *