Thu. Dec 3rd, 2020

Hasil laboratorium keluar, seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona di RST dr Soedjono Kota Magelang yang meninggal pada Sabtu (21/3/2020) lalu, terkonfirmasi positif corona atau Covid 19. Pasien yang meninggal tersebut telah dimakamkan sesuai SOP dari Kementerian Kesehatan. Kepala RST dr Soedjono Magelang, Kolonel CKM dr Achmad Rusli Budiansyah, mengatakan ada dua kasus terkonfirmasi positif corona di RST dr Soedjono Kota Magelang.

Salah satu pasien berkode RST06 terkonfirmasi positif telah meninggal dunia dan sudah dimakamkan sesuai SOP dari Kementerian Kesehatan. "Di RST dr Soedjono, ada dua yang positif. Yaitu, dengan kode RST02, berasal dari Kabupaten Magelang. Kemudian, kode yang RST06, ini positif juga dan sudah meninggal. Sudah dimakamkan. Sebagaimana SOP yang diberlakukan oleh Kementerian Kesehatan," kata Achmad, Kamis (26/3/2020).

Achmad mengatakan, saat pasien tersebut meninggal dunia, belum terdapat konfirmasi hasil laboratorium. Setelah terkonfirmasi, pasien dinyatakan meninggal karena Covid 19. "Meninggalnya karena corona. Karena positif dan meninggal.

Kemarin (pasien tersebut) sudah ada bronkopneumonia. Hasilnya positif, berarti meninggalnya karena virus corona," ujarnya. Meski begitu, Acmad menegaskan, penyebab meninggal seseorang pasien dalam pengawasan bukan berarti selalu karena Covid 19. Bisa jadi terinfeksi penyebab yang lain. Semisal, pasien memiliki radang paru paru dan saat dites hasilnya negatif, berarti penyebabnya bronkitis atau bronkopneumonia.

"Berarti kalau dia negatif, tapi tetap meninggal, penyebabnya bukan karena corona, tetapi karena penyebab yang lain itu. Ya karena bronkitis atau bronkopneumoni. Penyakit penyertanya memperberat kondisi pasien," ujarnya. Sedangkan untuk pasien yang disebut di atas, telah terkonfirmasi bahwa pasien meninggal tersebut memang karena Covid 19.

Untuk diketahui, sebelumnya, satu pasien dalam pengawasan dilaporkan meninggal dunia di Rumah Sakit Tentara (RST) dr Soedjono Magelang, Sabtu (21/3/2020) lalu. Saat meninggal dunia, pasien masih berstatus PDP, dan belum dikatakan positif Covid 19. Kepastian status pasien saat itu masih harus menunggu hasil SWAB. Pasien telah masuk 3 hari sebelumnya pada tanggal 17 Maret 2020 dengan riwayat penurunan kesadaran.

Kesadaran pasien menurun, sehingga pihak rumah sakit melakukan analisis yang mendalam, sehingga pada tanggal 20 Maret 2020 lalu, pasien dinyatakan PDP dan meninggal dunia keesokan harinya. (*)

admin

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *