Fri. Dec 4th, 2020

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo bakal meninjau langsung pada Jumat (13/3/2020) siang ini. Senior Manager of Branch Communication and Legal PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Soekarno Hatta, Febri Toga Simatupang mengatakan kalau kedatangan untuk meninjau pencegahan Virus Corona di . "Pertama menuju Digital Louge, mendengar sedikit penanganan dan pencegahan terhadap Virus Covid 19 di ," kata Febri saat dikonfirmasi, Jumat (13/3/2020).

Menurutnya, akan tiba di Keberangkatan Internasional sekira pukul 13.30 WIB. Lalu, Jokowi juga akan menuju boarding lounge Terminal 3 Internasional dan turun menuju ke area kedatangan Internasional. Di sana, orang nomor 1 di Indonesia itu akan masuk ke area Thermo Scanner dan Thermo Gun yang dilakukan oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Presiden akan melihat langsung pelaksanaan penanganan dan pencegahan masuknya virus Covid 19 ke Indonesia, melalui kedatangan internasional. Termasuk klinik milik KKP untuk penanganan penumpang yang kedapatan memiliki gejala Virus Corona. Bukan hanya Presiden , tiga menteri di jajaran kabinet juga akan mendampingi.

Seperti Menteri Kesehatan, Menteri BUMN, dan Menteri Perhubungan. Juga Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, Kepala BNPB, dan Direktur Utama PT Angkasa Pura II. Tadi pagi, Jokowimengunjungi , , Jumat (13/3/2020). Jokowi terpantau dikawal ketat sejumlah pasukan pengamanan presiden (Paspampres).

Pengamanan juga dilakukan jajaran TNI dan Polri. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut tiba di menggunakan mobil hitam berpelat nomor RI 1. Dia mengenakan pakaian khasnya, yakni kemeja putih celana panjang hitam serta peci.

Tujuan mengunjungi , yakni melihat penyemprotan disinfektan guna mencegah (covid 19). Sementara, sejumlah menteri pun hadir mendampingi . Satu di antaranya Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Dia tampak mengenakan topi hitam, kemeja batik, dan celana panjang hitam. Begitu juga dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang pakaiannya selaras dengan Basuki Hadimuljono. Sementara, Menteri BUMN juga hadir di .

Erick Thohir mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam. Dikabarkan, akan mengunjungi Bandara Soekarno Hatta seusai dari . Pemerintah Singapura mengungkapkan pihaknya akan menutup masjid di seluruh negeri guna dilakukan pembersihan di tengah wabah .

Langkah itu diberlakukan setelah ada dua jemaah yang positif terinfeksi virus itu setelah menghadiri sebuah kegiatan di negara tetangga, Malaysia. Sebanyak 10.000 orang dari berbagai negara ambil bagian dalam kegiatan di masjid dekat Kuala Lumpur pada 28 Februari hingga 1 Maret. Otoritas setempat menerangkan, dua jemaah yang baru saja pulang dari Malaysia diketahui tertular Covid 19, penyakit yang ditimbulkan .

Dilansir AFP Kamis (12/3/2020), otoritas Islam Singapura bergerak cepat dengan menutup empat masjid yang didatangi keduanya selepas kembali dari Kuala Lumpur. Dalam keterangan Dewan Religius Islam, 66 masjid sisanya yang berada di seantero Negeri "Singa" juga akan ditutup mulai Jumat (13/3/2020). Penutupan tersebut diperkirakan bakal berlangsung selama lima hari ke depan dalam rangka melakukan pembersihan, dan penyemprotan disinfektan.

Dalam pernyataan dewan, mereka melakukan penutupan sementara ini demi mencegah merebaknya virus dengan nama resmi SARS Cov 2 itu. "(Dewan) meminta dukungan dan pengertian dari komunitas Muslim untuk menjaga kesehatan publik dan kesejahteraan masyarakat Singapura." Tak hanya di negara kota tersebut, otoritas Negeri "Jiran" juga dilaporkan melakukan pelacakan ribuan orang yang turut serta dalam kegiatan tersebut.

Hingga saat ini, Malaysia masih belum menginstruksikan adanya penutupan masjid atau menangguhkan Salat Jumat. Meski begitu, mereka merekomendasikan agar khotbah diperpendek. Seorang pria dari Brunei dilaporkan terinfeksi SARS Cov 2 selepas menghadiri acara di Kuala Lumpur, dan menularkannya setelah dia kembali.

Hingga saat ini, Singapura mengonfirmasi 187 kasus, sementara Malaysia mengumumkan 158 orang menderita virus yang pertama kali terdeteksi di China tersebut. Badan Kesehatan Dunia (WHO) melalui Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus mengumumkan corona sebagai wabah (pandemi) global. Dalam konferensi pers Rabu (11/3/2020), Tedros menerangkan bahwa keputusan itu dibuat karena lonjakan kasus di luar China mencapai 13 kali lipat.

Total menurut data yang disajikan oleh Universitas John Hopkins, lebih dari 121.000 orang terinfeksi, dengan 4.000 orang meninggal.

admin

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *