Sat. Dec 5th, 2020

Seorang suami bernama Ansari (40) tega menghabisi nyawa sang istri, Tayibbah (28). Keduanya merupakan warga Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Diberitakan , Ansari melakukan penganiayaan terhadap Tayibbah yang mengakibatkan tewasnya sang istri.

Kapolsek Pamulang, Kompol Supriyanto, menjelaskan terkait motif penganiayaan tersebut. Ansari mengaku kesal karena Tayibbah sering memberikan kembalian lebih untuk para pembeli di toko mereka. Menurut Ansari kesalahan sang istri membuat usaha mereka merugi.

Ia pun memukul Tayibbah menggunakan tangan kosong. Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut. Kini Ansari telah diamankan pihak Satuan Reserse Kriminal Polsek Pamulang guna penyidikan.

Sementara jasad Tayibbah telah dilakukan autopsi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Selain itu, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait. "Pelaku seringkali salah paham di saat istrinya melayani pembeli, kembaliannya suka lebih," terang Kompol Supriyanto, Senin (27/7/2020).

Pihak kepolisian mengetahui ada kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT setelah mendapatkan laporan dari tetangga. Tetangga Ansari dan Tayibbah melaporkan temuan mereka setelah melihat sejumlah luka lebam di tubuh korban. Melihat luka itu para tetangga berinisiatif untuk menghubungi pihak kepolisian.

Setelah mendapatkan laporan, polisi langsung mendatangi rumah kontrakan Ansari dan Tayibbah. Sementara itu dilansir , Kompol Supriyanto mengatakan Tayibbah diduga sering dianiaya Ansari. Hal tersebut berdasar pada penemuan luka lebam di sekujur tubuh Tayibbah.

Pertikaian keduanya sering terdengar oleh para tetangga. Bahkan sering terdengar tangisan Tayibbah sembari meminta tolong. Kondisi itu terjadi karena Tayibbah tengah dipukuli oleh Ansari.

"Istrinya itu sering menangis meminta tolong karena dipukuli oleh suaminya," jelas Kompol Supriyanto. "Diduga korban sudah sering menganiaya istrinya ini. Terdapat sejumlah luka lembam pada tubuh korban," tambahnya. Kompol Supriyanto mengungkapkan Tayibbah meninggal dunia setelah mendapat pukulan dari Ansari.

Ansari memukul beberapa bagian tubuh sang istri tanpa menggunakan benda tumpul maupun benda tajam. Seperti bagian wajah, lengan, kaki, hingga badan dan mengakibatkan luka memar. "Pelaku memukul korban yang mengenai wajah, lengan, kaki, dan badan yang mengakibatkan korban luka memar memar dan korban meninggal dunia," tutur Kompol Supriyanto.

Dikutip , tetangga Ansari, Idawati mengatakan Tayibbah sedang hamil muda. Idawati mengetahui kondisi tersebut dan pernah meminta Ansari untuk membawa istrinya ke dokter. Namun, Ansari menolak saran dari Idawati dengan alasan tidak memiliki uang.

"Dia meninggal memang dia lagi hamil muda ya," ungkap Idawati. "Dan saya sudah menyarankan suaminya untuk memeriksakannya ke dokter." "Terus tadi pagi, emang sama saya sudah suruh bawa ke dokter, terus jawab suaminya, saya enggak punya uang," lanjutnya.

Terkait perlakuan yang dilakukan oleh Ansari terhadap Tayibbah, ia akan dijeratPasal 44 ayat 3 Undang Undang Nomor 23 tahun 2004 mengenai penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Ansari terancam hukuman penjara selama 15 tahun.

admin

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *