Tak Ada Persib dan Persija di Daftar 10 Klub ASEAN dengan Skuad Termahal Jelang Musim 2020

Tidak ada nama dan dalam daftar 10 klub dengan skuad termahal jelang musim 2020. Kompetisi musim 2020 di akan segera dimulai dalam beberapa minggu. Beberapa klub sudah mulai berbenah sejak akhir musim lalu dengan cara melakukan bongkar pasang pemain dan bergerak dalam bursa transfer pra musim kali ini.

Langkah itu dilakukan selain untuk menyiapkan skuad guna menghadapi liga domestik, sejumlah klub juga menambah amunisi untuk berlaga di kompetisi Asia. Sebagai informasi, setidaknya ada 12 klub yang akan berlaga di Piala AFC 2020 dan dua klub di Liga Champions Asia 2020. Melihat pergerakan klub klub dalam jual beli pemain, media Fox Sports Asia kemudian merangkum 10 klub yang memiliki skuad termahal jelang musim 2020.

Ada tiga klub yang mewakili Indonesia dalam daftar tersebut, tetapi tidak ada nama atau di dalamnya. Bangkok United menjadi tim termahal di seluruh Asia Tenggara dengan nilai total pemainnya mencapai Rp 132 miliar. Penyerang asal El Salvador, Nelson Bonilla, menjadi pemain termahal yang dimiliki oleh Bangkok United saat ini dengan harga pasar mencapai Rp 13 miliar.

Sedangkan pemain termahal kedua di skuad Bangkok United adalah Vander Luiz yang memiliki harga pasar sebesar Rp 12 miliar. Pada musim lalu, juara Asia Challenge 2020 itu finis di posisi keempat dan berjarak delapan poin dari kampiun Liga Thailand, Chiangrai United. Musim 2019 menjadi masa kelam Buriram United, sebab untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun, mereka tak mampu meraih gelar apa pun.

Buriram United juga gagal lolos ke putaran final Liga Champions Asia 2020 setelah dikalahkan Shanghai SIPG 0 3 di babak play off. Buriram United menjadi klub termahal kedua di ASEAN setelah mendatangkan tiga pemain asing anyar yang berharga fantastis. Pemain yang dimaksud adalah Jeong Jae yong dari Korea Selatan (Rp 13 miliar), Bernardo Cuesta dari Argentina (Rp 11,3 miliar), dan Ricardo Bueno dari Brasil (Rp 8 miliar).

Port FC telah mengakhiri paceklik sembilan tahun tanpa gelar dengan menjuarai Piala FA Thailand 2019. Port FC berhasil menghentikan perlawanan Ratchaburi Mitr Phol FC dengan skor 1 0 di babak final Piala FA Thailand. Hadirnya dua pemain baru membuat skuad Port FC menjadi klub ketiga termahal di seluruh Asia Tenggara.

Dua pemain tersebut adalah Heberty Fernandes yang dipinjam dari Muangthong United (Rp 16,2 miliar) dan Sergio Suarez asal Spanyol (Rp 9,7 miliar). Johor Darul Ta'zim menjadi satu satunya klub asal Malaysia yang berhasil menembus daftar 10 klub termahal di ASEAN. JDT memang terkenal berada jauh di atas klub klub Malaysia lainnya dalam hal berbelanja pemain mahal.

Pemain termahal di JDT saat ini dipegang oleh penyerang asal Brasil, Diogo Luis Santo, yang memiliki nilai mencapai Rp 13 miliar. Di urutan kedua, terdapat nama Gonzalo Cabrera yang memiliki harga pasar sebesar Rp 12,1 miliar. JDT menjadi salah satu klub perkasa di Malaysia setelah menjadi juara Liga Super Malaysia enam kali berturut turut dan menjuarai Piala Malaysia 2019.

Musim 2019 bukanlah musim terbaik bagi Muangthong United setelah hanya mampu finis di posisi kelima klasemen Liga 1 Thailand. Muangthong United juga harus melepas gelar skuad termahal di ASEAN yang didapatkan pada musim lalu dan terpaksa menghuni peringkat kelima pada musim ini. Muangthong United terjerembab ke papan tengah karena striker timnas Thailand, Teerasil Dangda yang memiliki harga Rp 14,5 miliar, memutuskan pindah ke Liga Jepang bersama dengan Shimizu S Pulse.

Bali United menjadi klub termahal di Liga 1 Indonesia dan mengalahkan tim tim besar lain seperti Persib Bandung dan Persija Jakarta. Bali United juga menatap Liga 1 2020 dengan lebih positif setelah berhasil menjadi juara Liga 1 untuk pertama kalinya pada musim lalu. Gelar pemain termahal Bali United dimiliki oleh Brwa Nouri yang bernilai sebesar Rp 9,7 miliar.

Sementara itu, Willian Pacheco menjadi pemain termahal kedua dengan nilai mencapai Rp 7,3 miliar. Suphanburi FC sejatinya harus terdegradasi dari Liga 1 Thailand setelah finis di posisi ke 14. Namun, mereka tetap diijinkan berlaga di Liga 1 Thailand setelah PTT Rayong terkena larangan bermain.

Duo Brasil di tubuh Suphanburi FC, Dellatore dan Cleiton Silva, yang memiliki nilai masing masing sebesar Rp 11,3 miliar membawa Suphanburi FC menempati peringkat ketujuh klub termahal di ASEAN. Tira Persikabo memberi kejutan dengan berhasil menembus daftar 10 klub termahal di ASEAN jelang musim 2020. Padahal, tim berjulukkan Laskar Padjadjaran itu menuai hasil kurang apik di Liga 1 2019.

Ciro Alves dkk hanya mampu finis satu peringkat di atas zona merah dengan koleksi 42 poin. Pemain asing anyar asal Finlandia, Petteri Pennanen, menjadi pemain termahal Tira Persikabo dengan harga mencapai Rp 7,3 miliar. Chiangrai United menjadi tim kejutan di Thailand setelah berhasil menjadi juara Liga 1 Thailand 2019.

Dua pemain asing dalam tubuh Chiangrai United memberi andil besar bagi penambahan harga skuad tim tersebut jelang musim 2020. Kedua pemain itu adalah penyerang asal Brasil, Rosimar Amancio (Rp 8,1 miliar), dan gelandang Korea Selatan, Lee Yong rae (Rp 6,5 miliar). PSM Makassar berbagi tempat dengan klub asal Liga 1 Thailand lainnya, PT Prachuap FC, di posisi ke 10 klub termahal di Asia Tenggara.

Selain memiliki kesamaan dalam harga skuad, kedua tim juga sama sama menuai hasil buruk di liga masing masing pada musim lalu. PSM Makassar menyelesaikan Liga 1 2019 dengan finis di posisi ke 12, sementara Prachuap FC menduduki peringkat kesembilan. Namun, kedua tim juga sukses mendapatkan satu gelar, yakni PSM Makassar menjuarai Piala Indonesia 2019 sementara Prachuap FC menjadi kampiun Piala Liga Thailand.

Written by

admin

278   Posts

View All Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *