Wed. Nov 25th, 2020

Pemerintah sudah memeriksa 64 ribu lebih spesimen dengan menggunakan metode Polymerase chain reaction (PCR) secara real time, hingga Jumat (24/4/2020) pukul 12.00 WIB. Uji PCR ini dilakukan di 45 laboratorium di seluruh Indonesia. "Sebanyak 64.054 spesimen kita periksa dengan pemeriksaan real time PCR. Jumlah kasus yang kita periksa 50.563 orang pasien," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid 19 Achmad Yurianto di Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (24/4/2020).

Dari jumlah 50.563 orang tersebut, kata dia, hanya 8.211 orang dinyatakan positif dan 42.352 orang negatif corona. "Hasil terkonfirmasi positif Covid 19 sebanyak 8.211 orang," kata Achmad Yurianto. Pemerintah juga melaporkan total kasus positif meningkat menjadi 8.211 orang, hingga Jumat (24/4/2020) pukul 12.00 WIB.

Kemudian total pasien sembuh bertambah menjadi 1.002 orang sudah sembuh dari infeksi Virus Corona, setelah adanya tambahan 42 orang dalam waktu 24 jam terakhir. Sementara kasus meninggal naik menjadi 689 orang setelah adanya tambahan 42 orang dalam 24 jam terakhir. Lebih lanjut pemerintah juga melaporkan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 197.951 orang hingga Jumat (24/4/2020) pukul 12.00 WIB.

Angka ini naik dari 195.948 orang pada Kamis (23/4/2020) kemarin. "Total ODP sebanyak 197.958 orang," ujar Achmad Yurianto. Data tersebut dihimpun secara berjenjang dari kabupaten atau kota hingga tingkat provinsi.

Kemudian untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meningkat menjadi 18.301 orang. Sehari sebelumnya hanya 18.283 orang. Pemerintah mewajibkan seluruh masyarakat untuk menggunakan masker kain saat berada di luar rumah.

Anjuran ini merujuk pada rekomendasi WHO terkait pencegahan penularan virus corona. "Mulai hari ini, sesuai dengan rekomendasi WHO, kita jalankan masker untuk semua." "Semua harus menggunakan masker," kata Achmad Yurianto dalam konferensi pers yang diunggah kanal Youtube BNPB,Minggu (5/3/2020).

Yuri menegaskan, masker yang dianjurkan untuk dipakai oleh masyarakat umum adalah jenis masker kain. Sementara masker bedah dan masker N95 hanya digunakan oleh petugas medis. "Masker bedah, masker N95, hanya untuk petugas medis.

"Gunakan masker kain, ini menjadi penting karena kita tidak pernah tahu di luar, orang tanpa gejala banyak sekali didapatkan di luar, kita tidak tahu, mereka adalah sumber penyebaran penyakit," tuturnya. Oleh karena itu, Yuri pun mengimbau masyarakat untuk dapat melindungi diri sendiri dengan menggunakan masker kain saat keluar rumah. Yurimenyampaikan, masker kain hanya boleh digunakan maksimal selama empat jam.

Masker tersebut kemudian harus dicuci dengan merendamnya terlebih dahulu di dalam air sabun. "Masker kain bisa dicuci. Kami menyarankan, penggunaan masker kain tidak lebih dari empat jam kemudian dicuci dengan cara direndam di air sabun kemudian dicuci," terangnya. "Ini upaya untuk mencegah terjadinya penularan, karena kita tidak pernah tahu di luar banyak sekali kasus yang memiliki potensi menularkan ke kita.

"Di samping mencuci tangan menggunakan sabun selama minimal 20 detik, ini (penggunaan masker) menjadi kunci bagi kita untuk kemudian mengendalikan penyakit ini," tambah Yuri. Lebih lanjut, Yuri mengungkapkan keprihatinan pemerintah atas adanya sejumlah tenaga medis yang tertular Covid 19. Bahkan, sejumlah tenaga medis pun gugur dalam menjalankan tugasnya.

"Oleh karena itu, komitmen pemerintah sangat kuat untuk melindungi mereka dengan secara terus menerus mendistribusikanAPD (Alat Pelindung Diri)agar mereka bisa bekerja dengan profesional, nyaman, dan tidak ada kekhawatiran terpapar infeksi,"kata Yuri.

admin

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *