Mon. Nov 30th, 2020

Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengisyaratkan akan kembali memulai pelatnas pada 2 Juni mendatang akibat pandemi corona yang semakin meluas di Indonesia. Pengurus Pusat PBSI saat ini memberikan izin para atletnya jika berkeinginan pulang ke kampung halamannya setelah libur diperpanjang akhir Mei. Keputusan ini seperti yang diutarakan langsung oleh Achmad Budiharto selaku Sekretaris Jendral PBSI.

Izin yang diberikan oleh PP PBSI tersebut dipersilakan untuk digunakan sebaik mungkin hingga waktu latihan yang telah ditetapkan pada 2 Juni. Achmad menambahkan alasan PP PBSI menggelar latihan pada tangga tersebut karena akan ada turnamen yang sedianya dijadwalkan bulan Juli yang hingga kini statusnnya belum ditunda. “Kami di Pelatnas sedang berhenti sementara agar memberikan kesempatan kepada atlet kalau mau kembali ke orang tua,” kata Achmad saat melakukan video conference bersama Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Media yang dikutip dari .

“Kami akan memulai kembali pelatnas pada 2 Juni karena event terdekat ada pada Juli, persiapan satu bulan kami rasa cukup,” ucap dia lagi. Seperti diketahui belum lama ini Olimpiade Tokyo 2020 yang sedianya digelar mulai 24 Juli hingga 9 Agustus harus ditunda tahun depan tak lain karena pandemi corona. Sedangkan untuk turnamen internasional yang akan diselenggarakan di Indonesia juga mengalami nasib sama.

Diantaranya Blibli Indonesia Open 2020 BWF World Tour Super 1000, Indonesia Masters 2020 BWF World Tour Super 100 dan sebagainya. Meski begitu, pelatih Tunggal Putri Indonesia, Rionny Mainaki tetap akan menggebar atletnya dengan program latihan yang telah disediakan. Lebih lanjut Rionny juga relah memberikan catatan khusus bagi atletnya, agar dapat memanfaatkan waktu ini untuk memperbaiki kualitas yang ditampilkannya.

Contoh program latihan yang paling utama ditekankan yakni penguatan kondisi fisik. Menurut Rionny penguatan kondisi fisik dapat dilakukan dengan latihan ringan pada pagi hari dan latihan lainnya yang telah dibuat untuk para atlet Tunggal Putri. “Saya sempat bertemu dengan anak anak, sebelum saya tinggal."

"Saya kasih gambaran program latihan, misalnya pagi latihan ringan, lalu saya kasih tambahan untuk latihan penguatan fisik, dan lain sebagainya,” tutur adik kandung Rexy dan Richard Mainaky itu. Selain memberikan gambaran program latihan, Rionny juga mengarahkan terkait tata tertib memasuki kawasan pelatnas Cipayung. “Masing masing pemain sudah bisa pulang atau bisa tetap tinggal di situ (asrama pelatnas Cipayung), tetapi dengan catatan khusus untuk mereka” ujar Rionny Mainaky.

“Kalau mereka pulang ada catatan masing masing dan tidak boleh masuk ke pelatnas lagi kalau sudah keluar dari pelatnas, itu untuk keamanan bersama,” tutupnya. Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) akan memanfaatkan penundaan Olimpiade Tokyo 2020 untuk menyusun ulang program latihan. Seperti diketahui Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah resmi mengumumkan waktu penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 menjadi tanggal 23 Juli 8 Agustus 2021.

Tanggal tersebut berjarak satu tahun dari rencana awal yaitu 24 Juli 9 Agustus 2020. Penundaan ini akan dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh PBSI untuk menyusun ulang program latihan para atletnya. Keputusan untuk menyusun ulang program latihan karena banyak turnamen yang bernasib sama seperti Olimpiade Tokyo 2020 harus ditunda karena pandemi corona.

Perubahan akibat dampak wabah Covid 19 ini tentunya membuat PP PBSI punya banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang harus segera ditemukan solusi menyelesaikannya. Selain menyusun ulang program latihan dan persiapan atlet menuju olimpiade, PR PBSI juga harus memikirkan rencana dan kuota pengiriman pemain ke turnamen. Maupun penentuan jadwal turnamen internasional dan nasional yang akan diikuti.

Melalui Achmad Budiharto yang menjabat sebagai Sekretaris Jendral PP PBSI menyatakaan akan ada skala prioritas turnamen mana yang akan diikuti. Mundurnya sejumlah turnamen tak menutup kemungkinan bahwa jadwal pertandingan akan menjadi sangat padat setelah pertengahan tahun 2020. "Pasti akan ada penyesuaian, dengan situasi seperti ini, kami akan menentukan mana yang menjadi skala prioritas," kata Achmad Budiharto dilansir dari .

Lebih lanjut, Achmad juga membeberkan bahwa saat ini PBSI masih menunggu pengumuman resmi dari BWF (Badminton World Federation) mengenaik kepastian proses olimpiade, sistem rangking Race to Tokyo. Hingga pengaturan ulang jadwal turnamen yang ditunda, termasuk turnamen turnamen internasional yang akan diselenggarakan di Indonesia. Diantaranya Blibli Indonesia Open 2020 BWF World Tour Super 1000, Indonesia Masters 2020 BWF World Tour Super 100 dan sebagainya.

"Semua tergantung dari masa darurat Covid 19, PP PBSI baru bisa memutuskan setelah kondisi darurat telah selesai," "Untuk menyusun jadwal turnamen baik yang internasional maupun nasional, kami harus menunggu konfirmasi jadwal turnamen internasional dari BWF." "Karena jadwal turnamen nasional juga harus diatur dan disesuaikan dengan turnamen internasional yang diselenggarakan di Indonesia," tutupnya.

admin

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *